Thursday, 21 February 2013

Sebilah Belati

Kamis, 21 Februari 2013

Sebilah belati yang kau genggam,bisa kau gunakan untuk menikam buruanmu atau kau sendiri yang tertikam karena kau sembarangan menggunakannya”.Genggamlah,genggamlah belati itu erat erat dan jangan kau lepaskan selagi itu bukan waktu yang tepat.Tikamkan,tikamkan ia pada sasaran yang telah engkau intai berhari hari lamanya atau simpanlah dan kuburlah belati itu jika engkau tak tahu cara menggunakannya,karena itu akan membahayakan dirimu sendiri dan orang lain yang sama sama tidak mengerti bagaimana menggunakannya.

Pernahkah kau tahu belati itu? Atau pernahkah kau menikamkannya? Atau justru kau sendiri yang tertikam olehnya? Mungkin,mungkin hampir setiap insan pernah merasakannya.Banyak belati yang pernah kita miliki,seperti waktu,rasa dan angan.Waktu,pernah kau menikamkannya? Kau tikamkan untuk apa belati itu? Ahh.. ini adalah pertanyaan yang mungkin akan menusuk hati dan membuat kelu lidah untuk berucap.Jika sudah kau tikamkan,lalu apa yang kau dapatkan? Sudahkah kau dapatkan buruanmu? Atau kau tak tahu bagaimana cara melempar belatimu sehingga ia meleset dan tak mengenai barang sejengkalpun dari sasaranmu? Sudah!! Cukup!! Mulutku seakan tertutup rapat dan hatiku tak berkutik lagi untuk menjawabnya.Biarlah jawabnnya kusimpan sendiri.Sinar mataku hampa,melihat belati berserakan ditinggal lari sekencang kencangnya oleh buruanku yang entah kemana sekarang ia bersarang.Akupun harus menerabas hutan belantara waktu lagi. Mempersiapkan senjata dan amunisi baru.Tapi tunggu dulu,bukankah belati yang berserakan tadi sudah cukup menusuk jantung ini meski ia tak menyentuh ragaku? Hatiku sudah cukup terluka karena inginku tak tersampaikan.

Semua sudah berlalu,biarlah senjataku berserakan ditempat itu sebagai bukti dan jejak bahwa aku pernah gagal berburu.Sudah seharusnya kusiapkan lagi belati baru dan mengasahnya,sembari mengingat ingat bagaimana seharusnya aku melemparnya.Kecewa dan gembira menjadi satu.Kecewaku karna belum membawa apapun dalam perburuan ini.Gembiraku karna terbayang hasil yang akan kudapat setelah aku mengasah lagi senjata dan kemampuanku.Aku duduk melamunkan seandainya saja aku berhasil dalam perjalananku kali ini.Kelak jaringku tak menganggur lagi,sudah terisi dengan hasil buruan yang besar dan aku dengan bangganya membawa pulang semua itu.Orang orang di desa akan mengelu elukanku,mereka akan menjulukiku sebagai pemburu yang handal.Lalu akan kuadakan pesta api unggun dan makan makan untuk merayakannya.Orang orang kan menghormatiku.. Sreett!! Ahh!! Kulihat darah segar mengucur deras dari sela sela jari tanganku.Sakit sekali,aku mengerang tak karuan.Mimik wajahku hanya meringis mengiba.Mengiba kepada siapa?aku sendiri disini.Ini salahku,anganku terlalu panjang hingga aku lupa kesadaran,bahwa aku sedang menggenggam dan mengasah sebilah belati.Untung ia belum membunuhku.

Ampun!! Sudah tak kudapat buruan,masih pula terkena sayatan belati nan tajam.Sebelah jari tanganku terluka.Jari tangan yang biasa kuselipkan di gagang pisauku sebelum kulemparkan.Terhenti,perburuanku harus terhenti sejenak sampai disini.Tanganku sakit dan tak bisa melempar pisau dan senjata lagi.Bahkan hanya untuk sekedar menggenggamnya saja aku harus menahan perih yang luar biasa.Aku harus menunggu hingga luka ini sembuh,lalu kulanjutkan lagi perburuanku.Duduk dibawah pohon yang rindang,sembari menikmati angin kecil berhembus mesra.Berharap agar luka ini cepat kering dan kembali sediakala.Terantuk,mataku sudah hampir terlelap dan hampir tertutup sepenuhnya,hampir aku tertidur disana.Tap.. Tap.. terlihat sosok bayangan orang berlari lari.Mereka sama sepertiku,membawa sejumlah peralatan dan senjata.Hey!! ternyata dia mencari sasaran yang sama dengan milikku.Ia sudah berlari secepat mungkin,sementara aku hampir tertidur lelap disini.Bangun!! Apa tanganmu cuma satu? Kau punya dua tangan kan? Lalu kenapa kau tak melatih tanganmu yang satunya? Terlintas sejenak dalam pikiranku kata kata itu.

Sudah seharusnya aku siapkan rencana lain jika semua yang biasa dilakukan itu gagal dan tak berbuah.Aku tak mau buruanku diambil orang lain!! Bergegas kuambil kembali senjataku,aku berlari dan aku lupa bahwa tanganku sakit.Seorang pemburu handal tak mungkin hanya miliki satu senjata dan satu rencana.Semua yang ada disekitarnya seharusnya bisa menjadi senjata dikala ia terdesak.Bebatuan,dahan pohon ataupun segumpal tanah keras yang bisa dilemparkan untuk menghalau bahaya yang datang menghampiri.Terkadang ia bersembunyi,bukan karena takut,tapi beristirahat sejenak sambil berpikir dan merancang strategi agar ia tak mati sia sia sebelum sampai perjalanan.Nekat dan Berani itu berbeda Nak.Nekat ketika kau maju ke medan perang hanya bermodal nyali dan tak kau pikirkan sedikitpun apa akibatnya.Berani ketika kau maju ke medan pertempuran dengan segala persiapannya,meskipun kau tak punya senjata apapun,setidaknya kau sudah punya strategi bukan untuk melawan mereka tanpa senjata? Dan lihatlah dirimu sendiri Nak,termasuk pemburu yang manakah engkau?




Salam,


Nur Wahyu W | @NWHYX on twitter

Wednesday, 20 February 2013

Sehelai Daun yang Menutupi Dunia

Rabu, 20 Februari 2013

Selasa, 19 Februari 2013.Pekerjaanku hari itu tak banyak,iseng iseng kuisi waktuku untuk blogwalking alias ngepoin blog orang buat cari inspirasi dan melajarin cara orang orang mengisi blog mereka.Berwarna warni dan beragam isinya,mulai dari tulisan,desain dan layout yang disajikan,namun perhatianku tertuju pada sebuah tulisan singkat dan sederhana.Entahlah,aku sudah lupa milik siapa blog itu dan apa blognya,yang jelas jelas kuingat hanyalah sebait kalimat dan pesan seperti judul tulisan ini.Tak masuk akal bukan? Mana mungkin sehelai daun mampu menutupi dunia yang luas ini? Pikirku juga seperti itu waktu pertama kali aku membacanya.Ahhh.. mengada ada saja penulisnya,mana mungkin!! Eitss.. tunggu dulu,aku belum membaca sepenuhnya,sebait demi sebait aku baca dan aku pahami.Finally,aku hanya bisa tersenyum simpul dan meng-iyakan semua isi tulisannya.

Duduk termenung dan tertegun.Ternyata aku pernah melakukannya,Ya.. aku pernah menutupi dunia ini dengan sehelai daun.Daun itu adalah egoku.Tutup saja kedua mata itu dengan daun!! Maka tertutuplah dunia ini untukmu!! Gelap,gulita,bahkan kau tak mampu melihat dirimu sendiri.Pernahkah kalian juga mengalaminya? Seperti rasa benci ataupun suka.Seperti itulah daun itu.Ketika hatimu telah tertutupi dengan setitik rasa benci kepada orang lain,maka tertutuplah semua kebaikan kebaikannya.Yang kaulihat adalah sesuai dengan warna daunmu,daun kebencian.Hitam,kelam dan pekat.Semua terasa pahit semua terasa memuakkan.Bahkan kau tak peduli seberapa rusakkah dirimu sendiri hanya untuk membencinya.Pun begitu dengan rasa suka ataupun cinta.Ketika jiwamu telah tertutupi dengan cinta kepada sesuatu,hanya kebaikan,suka dan perhatianlah yang ada didalam pikiranmu.Bahkan terkadang engkau tak sanggup melihat kedalam ragamu sendiri,bahwa ia telah pontang panting kepayahan mengikuti gairah jiwamu yang begitu menggebu gebu.

Tapi tunggu dulu.. Semua itu tak hanya sebatas itu.Tahukah engkau bahwa didalam perjalanan hidup kita ini terhampar ribuan daun pintu? Daun pintu itu adalah kesempatan dan peluang yang terbuka,tapi.. pernahkah kita merasa bahwa kita hanya memiliki satu pintu saja? Jujur saja,saya sering merasakannya.Ketika daun pintu yang saya harapkan itu tertutup,semua serasa buntu dan tak ada jalan lagi.Padahal masih banyak pintu pintu lain yang membukakan diri untuk kita lewati.Ataukah kita sendiri yang tak mampu melihat keberadaan pintu yang lain karena telah terputusnya harap dan asa? Mungkin.Mungkin seperti itulah kenyataannya.Duduk bersimpuh sembari menangisi diri sendiri didepan pintu yang telah terkunci rapat rapat bagi kita,bahkan takkan pernah terbuka lagi.Aihhh.. tololnya diri ini,tapi apadaya,semua itu sering berada diluar kesadaran dan kendali.

Hey bodoh!! Bangkitlah!! sambil menggedor gedor pintu yang tertutup itu.Aku ternganga.Siapa kamu dan kenapa engkau memanggilku bodoh? Dasar pecundang!! Bangunlah,bergeraklah,carilah dan ketuklah pintu pintu yang mana engkau suka,niscaya kau akan menemukan pintu yang terbuka lebar untukmu.Senyap.Sosok itu menghilang begitu saja,aku tak mampu menggerakkan badanku dan hanya terbujur kaku merasakan sisa sisa sakit didalam ulu jiwaku.Selemah inikah diriku? Sekonyol itukah diriku? Iya,aku memang konyol.Bahkan untuk kasus asmara dan percintaan.Ohh..Kuputar kembali memoriku,masa masa kritis dan retaknya semua cerita manis itu.Sakit sekali,dan betapa menggelikannya diriku.Meraung raung tidak jelas didalam kesepian dan kesakitan.Menyesal dan menangisi.Mengungkapkannya dengan kata kata puitis yang lebih tepatnya disebut alay.Haa.. Haaa..Culun dan konyol.Tapi begitulah semua itu.Aku gila sesaat,dan setelah tersadarkan diri,aku tertawa,mentertawakan diriku sendiri.


Semua itu membuat dunia ini serasa sempit dan sesak,mungkin lebih sempit dan sesak dari jarum jahit yang hanya bisa dimasuki benang yang tipis.Dadaku terus sesak dan nafasku tersengal sengal.Pikiranku gelap dan tertutup,ya! Tertutup oleh daun keputusasaan.Seolah semua ini sudah berakhir.Seolah hanya ada satu jalan yang berujung buntu.Tapi,apakah selamanya aku akan seperti ini? Lihatlah nak,badanmu sudah bertambah kurus.Wajahmu sayu tak bercahaya.Berjalanmu gontai dan tertunduk seakan kau tak berdaya.Apa? Lalu apa yang mesti aku lakukan? Diam? Diam saja ha??!! Tiba tiba aku teringat sosok yang menggedor gedor pintu tadi dan menyebutku pecundang.Bangkitlah!! Bangkitlah!!.Perlahan aku mulai tegap dalam berjalan dan secercah harapan nampak didalam pandanganku.Seuntai cerita kelam tadi biarlah kusimpan dan kupendam.Dan janganlah kau menggalinya lagi selepas kau pendam,biarkan ia membusuk dan mengurai bersama sama dengan masa lalumu.Perjalanan masih panjang Nak,jangan kau tangisi terus bangkai yang telah membusuk.Ia sudah mati dan takkan pernah bisa kembali.Membawanya kemanapun hanya akan menimbulkan penyakit dan aroma busuk yang akan menyesakkan dada dan jiwamu.Bangkai itu seharusnya engkau buang dan pendam sedalam mungkin.Biarkan ia mengurai bersama gelap malam,hingga ia tiada lagi digerogoti oleh waktu.Mungkin kalian juga pernah mengalaminya..



Salam,


Nur Wahyu W  |  @NWHYX on twitter


Tuesday, 19 February 2013

Masa Kecil & Cita Cita

Selasa,19 Februari 2013

Judul diatas akan selalu membawa dan memutar kembali memoriku ketika masih kanak kanak dulu. Ayahku adalah seorang prajurit TNI-AU,lebih dari 12 tahun yang lalu semenjak kepindahanku ke kota pelajar ini,masih ada satu hal yang selalu terngiang ngiang dan kukagumi hingga saat ini.Memori masa kecilku yang selalu membuatku kagum kepada sosok Penerbang Pesawat Tempur.Lingkunganku waktu itu di kota Malang adalah lingkungan militer.Hampir setiap harinya terjadwal dengan disiplin di semua lini,tak terkecuali di sisi keluarga.Mulai dari bangun pagi,tidur siang,bermain,tpa,belajar hingga tidur semua sudah ada jam dan jadwalnya masing masing.Misalnya saja,dulu saya selalu bandel jika disuruh oleh orangtua untuk tidur siang,karena memang di area komplek TNI,antara jam 12 siang hingga jam 3 sore adalah waktu tidur siang,otomatis area sekitar sepi dan saya hanya bermain sendirian.

Berbicara masalah cita cita dan keinginan,saya dan teman teman sebaya waktu itu hampir bisa dibilang semua berkeinginan menjadi seperti ayahnya.Ada yang ingin jadi TNI,Polisi,Penerbang dan lain sebagainya.Semuanya masih dalam lingkup kemiliteran,tak terkecuali diri saya sendiri yang memendam keinginan supaya bisa duduk di kokpit pesawat tempur dan menjadi pengendali utamanya,bahkan sampai saat ini keinginan itu masih ada.Saya dan kawan kawan sering diajak orangtua ke pangkalan dan landasan udara Abdurrahman Saleh,karena memang jarak antara rumah kami dan Lanud sangatlah dekat.Disana kami sering melihat berbagai macam pesawat,mulai dari pesawat hercules,dan berbagai jenis lainnya.Berawal dari situlah saya mulai suka dengan dunia kedirgantaraan.

Menetap untuk beberapa tahun lamanya di kota Malang,tanah kelahiran dan kenangan masa kecilku,akhirnya orangtua saya memutuskan untuk kembali ke negeri asalnya,Yogyakarta,karena ada beberapa alasan.Akhirnya aku harus ikut berpindah ke kampung halaman kedua orangtuaku.Pertama menjejakkan kaki di kota ini,rasanya sangat asing dan aneh.Tak ada teman teman sebayaku seperti dulu,semuanya terasa sepi,bahkan untuk lingkup lingkungan sudah sangat jauh berbeda.Memang bisa dibilang tingkat kedisiplinan tidak sedisiplin dahulu,anak anak bebas bermain kapanpun mereka mau.Aku merasa tidak betah tinggal di Jogja,rasanya seperti kehilangan sesuatu yang sangat berharga dan sesuatu itu adalah teman temanku.

Beberapa tahun tinggal di Jogja,aku masih saja tidak betah,entahlah.. Impianku menjadi seorang penerbang seolah olah terpendam dalam dan tak pernah terusik lagi dalam jangka waktu yang lama.Lingkunganku kini bukanlah lingkungan militer lagi,entahlah sampai berapa lama aku masih bisa bertahan disini.Bukan karena lingkungan militer atau non-militer,lebih tepatnya merasa kekurangan teman dan spirit.Sempat juga kurang lebih satu tahun aku menjalani praktek kerja industri di seputaran Jakarta,Bandung dan Bekasi.Dari situ aku mulai berkenalan dengan dunia Informatika,khususnya dibidang networking(jaringan).Sampai saat inipun pekerjaanku masih dibidang networking,masih ingin mendalaminya walaupun sebenarnya agak pusing dan ruwet. Heheheh..

Waktu terus saja melaju tanpa memedulikan siapapun atau apapun yang terjadi,tak terasa perjalanan hidup menginjak ke tahapan remaja peralihan dewasa,tiba tiba aku teringat cita cita masa kecilku dulu.Satu tahun yang lalu,ayahku mengajak keluargaku untuk mengikuti sepeda sehat yang diadakan oleh Lanud Adisucipto dalam rangka HUT TNI-AU,bersepeda mengelilingi area landasan udara dan kompleks perumahan TNI-AU kembali mengingatkanku masa masa dahulu,rumah rumah yang dicat biru,berdempetan dan area sekitar dipenuhi dengan pajangan pesawat pesawat yang sudah layaknya dimusiumkan.WOW! Semua sama persis dengan area kompleks Kartanegara,Malang.Selesai bersepeda,kami berkumpul dan beristirahat disamping skuadron pendidikan 101.Tak berselang lama,ternyata ada atraksi aerobatik dari tim Jupiter milik TNI-AU,keren sekali pikirku,meliuk liuk di udara dengan kecepatan tinggi dan skill yang mumpuni dari penerbang penerbang senior dan terlatih.Setelah beberapa saat akrobatik udara dilakukan,akhirnya mereka landing dan keluar dari pesawat.Waaaahh.. rasanya semakin terkagum kagum melihat mereka,tinggi gagah dan keren.Entahlah,aku tak pernah sekagum itu pada pilot pesawat komersil,aku hanya kagum pada pilot pesawat tempur dan aerobatik.Aku kadang kadang selalu mencoba bertanya pada diriku sendiri: gimana ya rasanya terbang dengan kecepatan tinggi dan meliuk liuk di udara? Emm.. Tapi.. aku saat ini tersadar,bahwa aku tidak mungkin menjadi pilot karena keterbatasan fisik.

Ya,terkadang apa yang kita inginkan tak bisa kita raih,tak sanggup kita gapai,tapi bukankah masih ada pilihan pilihan lain diluar semua itu? Pekerjaan yang paling menyenangkan adalah mengerjakan sesuatu yang kita cintai.Tanpa mencintai pekerjaan kita,semua itu hanya beban,meskipun notabene omzet atau honor yang kita terima itu besar.Banyak contoh nyata dalam kehidupan saya akan hal hal semacam ini,seperti kakak sepupu saya,yang dari zaman sekolah dulu mulai suka bermain panjat tebing,pulang malam-pagi,tanpa adanya bayaran sedikitpun yang dia terima,tapi dia suka melakukannya,hingga kini ia menjadi seorang atlet profesional andalan kabupaten Sleman yang sudah menerima bonus yang lumayan besar.Ada lagi,supervisor kerja saya,yang lebih memilih menjadi seorang programmer daripada pedagang/bisnisman,padahal dia juga bisa melakukannya dari dulu andai ia mau,tapi karena ia sudah cinta pada pekerjaannya,maka ia lebih memilih melakukan apa yang ia sukai.Setiap orang pasti punya keinginan,hasrat,passion ataupun cita cita yang berbeda menurut kadar mereka,semua itu butuh proses,semua itu butuh latihan untuk menjadi seorang yang ahli.Tak ada yang instan untuk meraih itu semua.



Salam,



Nur Wahyu W



Monday, 18 February 2013

Humoris


Senin,18 Februari 2013

Hidup ini sederhana,tapi terkadang banyak masalah masalah yang datang menghampiri.Entah itu ringan maupun berat.Ya,hidup memang penuh masalah,berawal dari masalah inilah yang menguji tingkat kedewasaan dan seberapa siap kita menghadapinya.Tak jarang, orang sampai mengalami depresi,frustasi ataupun sejenisnya karena dirundung permasalahan.Semua orang pasti pernah merasakan dan mengalaminya,hanya saja tiap orang berbeda beda dalam menanggapi setiap masalah yang datang menimpa.Ada yang sangat serius,ada yang bertipe “sersan” (serius tapi santai),bahkan banyak juga yang lari dari kenyataan.

Saya sendiri sebetulnya lebih senang menjadi orang yang bertipe serius tapi santai.Tak terlalu kaku dan lembek dalam menghadapi segala problem yang ada.Dari beberapa pengamatan saya pribadi,banyak orang yang terlalu serius dalam menghadapi segala permasalahannya.Spaneng (kaku- red) dan selalu berkeluh kesah setiap waktu.Orang orang tipe ini biasanya cepat mengalami stress dan depresi.Diajak bercandapun mereka susah.Mereka sering menanggapi serius setiap candaan dan humor.Nggak asik lah! Bahkan untuk menghibur dan menyenangkan hati mereka ketika sedang sedih maupun susah sangatlah sulit dilakukan,karena pikiran yang ada hanya difokuskan pada setiap problema.”Kenapa aku begini?” “Seandainya saja dulu tidak bla bla bla” dan sejenisnya.Mau tidak mau,si penghibur cuma bisa menghibur saja dan tidak memberi efek sama sekali.Orang seperti ini sudah “asyik” dengan dunianya sendiri,seakan akan ia hanya hidup sendiri di dunia ini dan seolah olah dunia itu kejam dan mendiskreditkan dirinya.

Untuk tipe yang kedua adalah tipe serius tapi santai.Saya pribadi sangat suka dengan tipe tipe seperti mereka.Mereka pandai menyembunyikan segala keluh dan kesah.Mereka terkadang bersifat humoris,dan malah sering menghibur orang lain walaupun dirinya sendiri sedang dalam keadaan kepayahan dan kesusahan.Salut! Jangan salah,mereka yang terlihat humoris,santai ataupun sebagainya jangan dianggap tidak mempunyai masalah dalam kehidupan mereka.Mereka juga manusia.Mereka punya problem,mungkin sama seperti yang kebanyakan orang lain alami.Tapi dibalik itu semua,mereka tak terlalu mengambil serius segala sesuatu yang menyusahkan dan menyesakkannya.Dibikin santai saja,ndak edan! kata anak anak zaman sekarang.Bergaul dengan mereka sangat menyenangkan,mereka lucu,humoris,kocak dan smart.Bahkan terkadang saya tidak menyangka,orang orang kocak dan konyol sebagian dari mereka adalah orang orang hebat dan orang orang besar.Memang,kebanyakan orang orang besar selalu bersembunyi dibalik topeng kesederhanaannya.Mereka juga jarang mengeluhkan dan bercerita tentang problematik hidupnya.Kalaupun pernah,itupun jarang sekali dilakukan dan selalu diselingi dengan gelak tawa.Terkadang mentertawakan segala permasalahan yang ada,agar semua tak terasa berat dan menyesakkan.

Senyum,tawa dan canda memang dapat mengurangi beban psikologis seseorang.Dengan senyuman tersungging di bibir,wajah seseorang tampak lebih menarik dan enak dipandang.Berbeda dengan orang yang selalu serius,cemberut dan merasa susah setiap saat.Wajah wajah mereka terlihat lusuh,kuyu dan layu,mirip seperti bunga yang seharusnya nampak menawan namun telah layu karena kurang nutrisi.Mereka yang humoris biasanya selalu menampakkan wajah ceria,menyembunyikan segala susah dan gundahnya dibalik selera humor dan senyumannya.Kenapa harus terlalu serius kalau problemnya bisa diatasi dengan cara yang santai? Terkecuali ada beberapa hal memang yang tidak bisa dijadikan bahan candaan dan guyonan.Saya pribadi juga tidak suka mengusung hal hal yang sensitif untuk dijadikan bahan humor,seperti masalah Agama,Rasisme,atau dulu zaman SMP ada semacam bercandaan ejek ejekan orang tua dan profesinya.Saya tidak pernah bisa tertawa maupun tersenyum untuk hal hal semacam ini,karena semua itu menurut saya memang tidak pantas dijadikan bahan tertawaan.Sesuatu yang seharusnya dihormati dan dijaga.Bayangkan saja,sudah banyak kejadian untuk humor yang mengangkat tema semacam itu dan akhirnya banyak pihak pihak yang tersinggung dan merasa dirugikan.Akhirnya terjadi perpecahan dan konflik berkepanjangan.Benarlah memang,segala sesuatunya harus dipikirkan matang matang terlebih dahulu,termasuk masalah guyonan,bagaimana agar tidak menyinggung dan melukai perasaan orang lain.Bisa dibilang ada batas kewajaran didalam humor tersebut.Memang,ada orang orang yang menganggap semua lelucon itu biasa,tapi tidak semua orang bisa menerimanya,karena setiap orang memiliki karakter dan sensitivitas yang berbeda dalam merespons segala sesuatunya.Salam humoris!

Friday, 15 February 2013

Mahal?

Jumat, 15 Februari 2013

Baru baru ini saya mendapatkan sebuah pengalaman dan pelajaran yang terbilang berharga.Sebenarnya pengalaman ini sudah pernah saya alami di 2 kejadian sebelumnya,berbicara tentang kualitas barang/jasa.Kebanyakan diantara kita jika hendak memilih dan membeli barang,pasti yang pertama dilirik adalah dari segi harga.Ya,murah! Itulah yang seringkali terbesit di benak para calon customer.”Cari barang murah dan bagus” begitulah kalimat yang sering saya dengar,tak luput pula dari diriku sendiri.Di zaman sekarang,banyak produk produk murah ditawarkan,terutama produk produk China,ataupun produk KW.

Berawal dari pengalaman membeli sebuah sandal,saya mencari sandal yang modelnya bagus dan berharga agak miring.Entahlah saya sendiri lupa brand sandalnya.Saya pakai beberapa bulan,dan setelah itu putus talinya,yang tentu saja sudah tak bisa dipakai lagi.Kejadian berikutnya adalah ketika saya membeli sebuah jam tangan di pasar malam alun alun utara kota Jogja.Keren saya pikir,modelnya sporty,tapi setelah saya pakai beberapa kali,cat hitam sudah mengelupas,terkesan seperti belang.Berangkat dari situ,saya mulai menabung dan setelah cukup,kemudian dibelanjakan sandal dan jam dengan brand yang terpercaya,harganya sangat jauh berbeda dengan harga barang yang sebelumnya.Sampai hampir kurang lebih satu tahun pemakaian jam tangan,masih awet,dan itupun hanya rusak sekali karena saya tak sengaja menjatuhkannya.Begitu pula dengan sandal,masih awet walaupun sudah berbulan bulan dan nyaman dipakai.

Baru baru ini saya membeli perangkat gadget baru,saya samasekali tak mengingat dua peristiwa penting diatas.Rupanya saya tergiur dengan spesifikasi dan harganya cukup dikantong.Siang itu saya berjalan jalan di pameran komputer yang rutin diadakan beberapa bulan sekali di Jogja Expo Center.Tanya sana tanya sini,akhirnya saya membeli gadget produk China.Seperti kebiasaan,ketika membeli sesuatu,pasti saya lakukan testing di semua lini.Tujuannya adalah untuk mengetahui,apakah ada cacat ataupun kerusakan,sehingga kalaupun terdapat cacatnya,masih bisa ditukarkan dengan barang yang baru.Kebiasaan ini sebenarnya juga bermula dari peristiwa di tahun 2010.Ketika itu saya membeli gadget baru yang harganya lumayan menurut ukuran saya,brand ternama,sejuta umat pemakainya.Dicoba di toko,hasilnya kelihatan bagus dan sepertinya tak ada masalah berarti,sesampainya di rumah,ternyata ada kendala serius,hang! Saya minta barangnya ditukar dengan yang baru,tapi si empunya toko ini tidak memperkenankan,dan meminta saya membawa ke service centernya.Setelah itu saya turuti permintaannya,saya bawa kesana.Dua hari kemudian kembali,trobel lagi,begitulah seterusnya hingga beberapa kali saya bawa kesana dan butuh waktu kurang lebih sebulan untuk memperbaikinya!

Kembali ke cerita diatas,setelah saya bayar dan saya bawa pulang unitnya.Saya tes hampir semuanya OK,terkecuali baterai yang memang drop dan tak bisa penuh 100%.Saya tanyakan ke kawan kawan kantor yang banyak juga pemakai Operating System yang sama,apa memang begini setelah dicharge? Ternyata tidak.Saya kembali ke stand pameran,penjaga toko bilang bahwa itu batreinya saja yang drop dan saya ditawari untuk diganti batreinya saja.Tidak! Saya mau unit dan batreinya baru semua.Pihak penjual menyetujui,lalu saya coba dan ternyata tetap sama.Kali ini saya harus merujuk ke toko pusatnya langsung.Saya diberi pilihan untuk mengganti dengan unit baru beda seri dengan harga yang sama.OK! Saya setuju.Setelah saya pakai tiga hari tak ada masalah,bateraipun OK,tidak ada drop lagi.

Saya biasa membawa gadgetnya ke kantor,siang hari saya manfaatkan hotspot kantor untuk coba coba dan sedikit ngulik ulik.Sorenya saya bawa pulang dan saya pakai seperti biasa,tiba tiba ada satu fiturnya yang nggak jalan,semua cara saya coba,tetap tidak bisa aktif.Akhirnya keesokan paginya,via chatting saya tanyakan ke customer service pusat langsung,dan ternyata memang ada kerusakan.Satu hal yang memberatkan saya lagi,yaitu saya harus kembali lagi ke tokonya,kali ini saya minta ganti dengan brand lain yang lebih terpercaya atau saya minta uang saya kembali.Permintaan saya disetujui,karena untuk uang kembali itu prosesnya sulit.Akhirnya saya dapatkan gadgetnya.Dari semua hal hal diatas,saya memetik pelajaran,bahwa ketika kita ingin memiliki barang ataupun menggunakan jasa,sebaiknya pilihlah yang berkualitas walaupun harganya diatas rata rata.Seperti kata perusahaan Apple,kenapa laptop mereka tak ada yang berharga dibawah $ 1,000 USD? Karena mereka mementingkan kualitas,daripada membuat laptop berharga murah tapi kualitasnya rendah.Coba saja dikalkulasi,ketika menggunakan barang/jasa berkualitas rendah,cepat rusak dan harus service ataupun diganti,itu justru malah membuang uang dan waktu lebih.Bukankah alangkah lebih baiknya membeli barang berkualitas tapi awet? Masih bilang mahal?

Tuesday, 5 February 2013

Serahkan pada ahlinya!


Selasa, 5 Februari 2013

Akhir akhir ini marak terjadi kasus yang santer diberitakan oleh media massa.Narkoba,korupsi ataupun kasus kasus lainnya yang cukup membuat geger di kalangan masyarakat.Saya sendiri adalah orang yang tidak terlalu sering menonton berita di televisi maupun radio,lebih sering mengikuti media massa melalui internet,terlebih twitter.Semenjak berita dan kasus itu mencuat,banyak yang saya amati di timeline twitter saya yang menjadi semacam pengamat kasus.Ada yang memberi review,ada yang membela,ada yang menghujat dan berbagai macam lainnya lengkap dengan segenap argumen-argumennya.Bahkan ada juga yang mensinkronisasikan antara kasus yang satu dengan yang lainnya,hingga ada yang menyebut bahwa itu adalah teori konspirasi.

Teori konspirasi,sering terdengar memang,tapi entahlah apa itu dan  apa yang sesungguhnya terjadi.Saya tidak cukup tahu teori konspirasi dan kasus kasus yang diangkat media ke permukaan.Mungkin bisa dibilang hanya sekedar tahu kulit luarnya saja ataupun gambaran umumnya.Saya lebih berusaha sekuat mungkin untuk tidak ambil andil dalam hal hal yang tidak saya ketahui kebenaran dan asal usulnya,karena saya memang bukan pakar dibidang  tersebut.Satu pepatah mengatakan “The right man on the right place” yang kurang lebih berarti: tempatkanlah orang yang tepat di tempat/bidang yang tepat.

Benarlah kata pepatah diatas,menempatkan orang yang tepat sesuai bidangnya akan lebih produktif dan efisien.Lalu apa hubungannya dengan kasus kasus tadi? Coba tengok ke dalam diri sendiri,terkadang kita seringkali ikutcampur dan ambil andil dalam memvonis perkara.Si A begini dan begitu,pasti ada konspirasi ataupun kongkalikong dibelakangnya.Sering? Tapi tunggu dulu,apakah vonis yang kita jatuhkan itu benar adanya? Atau hanya sekedar merunut arus yang sedang ramai dibicarakan orang? Yah,sebelum ada bukti yang nyata,itu hanya bisa dibilang praduga,dalam kenyataannya belum bisa dipastikan sisi kebenarannya.Hal hal seperti inilah yang membuat permasalahan itu semakin runyam.Ketika seseorang yang samasekali tak tahu perkara dan hanya asal berucap mengambil bagian,itulah sebenarnya sumber keruwetan.

Sebaiknya memang diam,tapi diam bukan berarti tak peduli.Diam untuk tidak ikut memperkeruh suasana yang sudah keruh.Coba amati lagi ketika kasus sedang panas panasnya,tak jarang yang menghujat,membela atau bahkan membicarakan keburukan keburukan orang yang diduga bersalah,tak terkecuali saya sendiri.Bukankah dengan begitu media telah berhasil menggiring para pemirsa untuk membicarakan keburukan dan kejelekan orang lain? Ada sebuah kejadian menarik yang kembali mengingatkan untuk tidak sok tahu dalam hal dimana kita tak memiliki ilmu tentangnya.Beberapa bulan lalu,saya diminta oleh atasan saya untuk memperbaiki laptopnya yang rusak.Saya amati sebentar,ternyata problemnya tidak terlalu susah menurut saya,lalu beliau bertanya penyebab kerusakan pada laptopnya.Saya jelaskan,dan saya coba ceritakan langkah langkah memperbaikinya seperti ini dan seperti ini,mudah.Beliau kemudian berkata: “saya manggil kamu kesini karena saya tidak mengerti untuk hal hal semacam ini,saya tahu diri-lah,tolong diperbaiki ya.” Dari perkataan beliau ini,saya belajar bahwa benar adanya seperti itu.Bayangkan saja ketika atasan saya ini mencoba memperbaiki sendiri laptopnya tanpa dasar dan ilmu yang memadai,justru malah akan membuat rusaknya semakin parah dan biayanya semakin mahal.Benarlah memang kata kata: serahkan pada ahlinya!

Salam,

Nur Wahyu W