Jumat, 15 Februari 2013
Baru baru ini saya mendapatkan sebuah pengalaman dan
pelajaran yang terbilang berharga.Sebenarnya pengalaman ini sudah pernah
saya alami di 2 kejadian sebelumnya,berbicara tentang kualitas barang/jasa.Kebanyakan
diantara kita jika hendak memilih dan membeli barang,pasti yang pertama
dilirik adalah dari segi harga.Ya,murah! Itulah yang seringkali
terbesit di benak para calon customer.”Cari barang murah dan bagus”
begitulah kalimat yang sering saya dengar,tak luput pula dari diriku
sendiri.Di zaman sekarang,banyak produk produk murah ditawarkan,terutama
produk produk China,ataupun produk KW.
Berawal dari pengalaman membeli sebuah sandal,saya mencari sandal yang modelnya bagus dan berharga agak miring.Entahlah
saya sendiri lupa brand sandalnya.Saya pakai beberapa bulan,dan setelah
itu putus talinya,yang tentu saja sudah tak bisa dipakai lagi.Kejadian
berikutnya adalah ketika saya membeli sebuah jam tangan di pasar malam
alun alun utara kota Jogja.Keren saya pikir,modelnya sporty,tapi setelah
saya pakai beberapa kali,cat hitam sudah mengelupas,terkesan seperti
belang.Berangkat dari situ,saya mulai menabung dan setelah
cukup,kemudian dibelanjakan sandal dan jam dengan brand yang
terpercaya,harganya sangat jauh berbeda dengan harga barang yang
sebelumnya.Sampai hampir kurang lebih satu tahun pemakaian jam
tangan,masih awet,dan itupun hanya rusak sekali karena saya tak sengaja
menjatuhkannya.Begitu pula dengan sandal,masih awet walaupun sudah
berbulan bulan dan nyaman dipakai.
Baru
baru ini saya membeli perangkat gadget baru,saya samasekali tak
mengingat dua peristiwa penting diatas.Rupanya saya tergiur dengan
spesifikasi dan harganya cukup dikantong.Siang itu saya berjalan jalan
di pameran komputer yang rutin diadakan beberapa bulan sekali di Jogja
Expo Center.Tanya sana tanya sini,akhirnya saya membeli gadget produk
China.Seperti kebiasaan,ketika membeli sesuatu,pasti saya lakukan
testing di semua lini.Tujuannya adalah untuk mengetahui,apakah ada cacat
ataupun kerusakan,sehingga kalaupun terdapat cacatnya,masih bisa
ditukarkan dengan barang yang baru.Kebiasaan ini sebenarnya juga bermula
dari peristiwa di tahun 2010.Ketika itu saya membeli gadget baru yang
harganya lumayan menurut ukuran saya,brand ternama,sejuta umat
pemakainya.Dicoba di toko,hasilnya kelihatan bagus dan sepertinya tak
ada masalah berarti,sesampainya di rumah,ternyata ada kendala
serius,hang! Saya minta barangnya ditukar dengan yang baru,tapi si
empunya toko ini tidak memperkenankan,dan meminta saya membawa ke
service centernya.Setelah itu saya turuti permintaannya,saya bawa
kesana.Dua hari kemudian kembali,trobel lagi,begitulah seterusnya hingga
beberapa kali saya bawa kesana dan butuh waktu kurang lebih sebulan
untuk memperbaikinya!
Kembali ke cerita
diatas,setelah saya bayar dan saya bawa pulang unitnya.Saya tes hampir
semuanya OK,terkecuali baterai yang memang drop dan tak bisa penuh
100%.Saya tanyakan ke kawan kawan kantor yang banyak juga pemakai
Operating System yang sama,apa memang begini setelah dicharge? Ternyata
tidak.Saya kembali ke stand pameran,penjaga toko bilang bahwa itu
batreinya saja yang drop dan saya ditawari untuk diganti batreinya
saja.Tidak! Saya mau unit dan batreinya baru semua.Pihak penjual
menyetujui,lalu saya coba dan ternyata tetap sama.Kali ini saya harus
merujuk ke toko pusatnya langsung.Saya diberi pilihan untuk mengganti
dengan unit baru beda seri dengan harga yang sama.OK! Saya
setuju.Setelah saya pakai tiga hari tak ada masalah,bateraipun OK,tidak
ada drop lagi.
Saya biasa membawa
gadgetnya ke kantor,siang hari saya manfaatkan hotspot kantor untuk coba
coba dan sedikit ngulik ulik.Sorenya saya bawa pulang dan saya pakai
seperti biasa,tiba tiba ada satu fiturnya yang nggak jalan,semua cara
saya coba,tetap tidak bisa aktif.Akhirnya keesokan paginya,via chatting
saya tanyakan ke customer service pusat langsung,dan ternyata memang ada
kerusakan.Satu hal yang memberatkan saya lagi,yaitu saya harus kembali
lagi ke tokonya,kali ini saya minta ganti dengan brand lain yang lebih
terpercaya atau saya minta uang saya kembali.Permintaan saya
disetujui,karena untuk uang kembali itu prosesnya sulit.Akhirnya saya
dapatkan gadgetnya.Dari semua hal hal diatas,saya memetik
pelajaran,bahwa ketika kita ingin memiliki barang ataupun menggunakan
jasa,sebaiknya pilihlah yang berkualitas walaupun harganya diatas rata
rata.Seperti kata perusahaan Apple,kenapa laptop mereka tak ada yang
berharga dibawah $ 1,000 USD? Karena mereka mementingkan
kualitas,daripada membuat laptop berharga murah tapi kualitasnya
rendah.Coba saja dikalkulasi,ketika menggunakan barang/jasa berkualitas
rendah,cepat rusak dan harus service ataupun diganti,itu justru malah
membuang uang dan waktu lebih.Bukankah alangkah lebih baiknya membeli
barang berkualitas tapi awet? Masih bilang mahal?
No comments:
Post a Comment