Tuesday, 5 February 2013

Serahkan pada ahlinya!


Selasa, 5 Februari 2013

Akhir akhir ini marak terjadi kasus yang santer diberitakan oleh media massa.Narkoba,korupsi ataupun kasus kasus lainnya yang cukup membuat geger di kalangan masyarakat.Saya sendiri adalah orang yang tidak terlalu sering menonton berita di televisi maupun radio,lebih sering mengikuti media massa melalui internet,terlebih twitter.Semenjak berita dan kasus itu mencuat,banyak yang saya amati di timeline twitter saya yang menjadi semacam pengamat kasus.Ada yang memberi review,ada yang membela,ada yang menghujat dan berbagai macam lainnya lengkap dengan segenap argumen-argumennya.Bahkan ada juga yang mensinkronisasikan antara kasus yang satu dengan yang lainnya,hingga ada yang menyebut bahwa itu adalah teori konspirasi.

Teori konspirasi,sering terdengar memang,tapi entahlah apa itu dan  apa yang sesungguhnya terjadi.Saya tidak cukup tahu teori konspirasi dan kasus kasus yang diangkat media ke permukaan.Mungkin bisa dibilang hanya sekedar tahu kulit luarnya saja ataupun gambaran umumnya.Saya lebih berusaha sekuat mungkin untuk tidak ambil andil dalam hal hal yang tidak saya ketahui kebenaran dan asal usulnya,karena saya memang bukan pakar dibidang  tersebut.Satu pepatah mengatakan “The right man on the right place” yang kurang lebih berarti: tempatkanlah orang yang tepat di tempat/bidang yang tepat.

Benarlah kata pepatah diatas,menempatkan orang yang tepat sesuai bidangnya akan lebih produktif dan efisien.Lalu apa hubungannya dengan kasus kasus tadi? Coba tengok ke dalam diri sendiri,terkadang kita seringkali ikutcampur dan ambil andil dalam memvonis perkara.Si A begini dan begitu,pasti ada konspirasi ataupun kongkalikong dibelakangnya.Sering? Tapi tunggu dulu,apakah vonis yang kita jatuhkan itu benar adanya? Atau hanya sekedar merunut arus yang sedang ramai dibicarakan orang? Yah,sebelum ada bukti yang nyata,itu hanya bisa dibilang praduga,dalam kenyataannya belum bisa dipastikan sisi kebenarannya.Hal hal seperti inilah yang membuat permasalahan itu semakin runyam.Ketika seseorang yang samasekali tak tahu perkara dan hanya asal berucap mengambil bagian,itulah sebenarnya sumber keruwetan.

Sebaiknya memang diam,tapi diam bukan berarti tak peduli.Diam untuk tidak ikut memperkeruh suasana yang sudah keruh.Coba amati lagi ketika kasus sedang panas panasnya,tak jarang yang menghujat,membela atau bahkan membicarakan keburukan keburukan orang yang diduga bersalah,tak terkecuali saya sendiri.Bukankah dengan begitu media telah berhasil menggiring para pemirsa untuk membicarakan keburukan dan kejelekan orang lain? Ada sebuah kejadian menarik yang kembali mengingatkan untuk tidak sok tahu dalam hal dimana kita tak memiliki ilmu tentangnya.Beberapa bulan lalu,saya diminta oleh atasan saya untuk memperbaiki laptopnya yang rusak.Saya amati sebentar,ternyata problemnya tidak terlalu susah menurut saya,lalu beliau bertanya penyebab kerusakan pada laptopnya.Saya jelaskan,dan saya coba ceritakan langkah langkah memperbaikinya seperti ini dan seperti ini,mudah.Beliau kemudian berkata: “saya manggil kamu kesini karena saya tidak mengerti untuk hal hal semacam ini,saya tahu diri-lah,tolong diperbaiki ya.” Dari perkataan beliau ini,saya belajar bahwa benar adanya seperti itu.Bayangkan saja ketika atasan saya ini mencoba memperbaiki sendiri laptopnya tanpa dasar dan ilmu yang memadai,justru malah akan membuat rusaknya semakin parah dan biayanya semakin mahal.Benarlah memang kata kata: serahkan pada ahlinya!

Salam,

Nur Wahyu W

No comments:

Post a Comment