Senin,18 Februari 2013
Hidup ini sederhana,tapi terkadang banyak masalah masalah yang datang menghampiri.Entah itu ringan maupun berat.Ya,hidup memang penuh masalah,berawal dari masalah inilah yang menguji tingkat kedewasaan dan seberapa siap kita menghadapinya.Tak jarang, orang sampai mengalami depresi,frustasi ataupun sejenisnya karena dirundung permasalahan.Semua orang pasti pernah merasakan dan mengalaminya,hanya saja tiap orang berbeda beda dalam menanggapi setiap masalah yang datang menimpa.Ada yang sangat serius,ada yang bertipe “sersan” (serius tapi santai),bahkan banyak juga yang lari dari kenyataan.
Saya sendiri sebetulnya lebih senang menjadi orang yang bertipe serius tapi santai.Tak terlalu kaku dan lembek dalam menghadapi segala problem yang ada.Dari beberapa pengamatan saya pribadi,banyak orang yang terlalu serius dalam menghadapi segala permasalahannya.Spaneng (kaku- red) dan selalu berkeluh kesah setiap waktu.Orang orang tipe ini biasanya cepat mengalami stress dan depresi.Diajak bercandapun mereka susah.Mereka sering menanggapi serius setiap candaan dan humor.Nggak asik lah! Bahkan untuk menghibur dan menyenangkan hati mereka ketika sedang sedih maupun susah sangatlah sulit dilakukan,karena pikiran yang ada hanya difokuskan pada setiap problema.”Kenapa aku begini?” “Seandainya saja dulu tidak bla bla bla” dan sejenisnya.Mau tidak mau,si penghibur cuma bisa menghibur saja dan tidak memberi efek sama sekali.Orang seperti ini sudah “asyik” dengan dunianya sendiri,seakan akan ia hanya hidup sendiri di dunia ini dan seolah olah dunia itu kejam dan mendiskreditkan dirinya.
Untuk tipe yang kedua adalah tipe serius tapi santai.Saya pribadi sangat suka dengan tipe tipe seperti mereka.Mereka pandai menyembunyikan segala keluh dan kesah.Mereka terkadang bersifat humoris,dan malah sering menghibur orang lain walaupun dirinya sendiri sedang dalam keadaan kepayahan dan kesusahan.Salut! Jangan salah,mereka yang terlihat humoris,santai ataupun sebagainya jangan dianggap tidak mempunyai masalah dalam kehidupan mereka.Mereka juga manusia.Mereka punya problem,mungkin sama seperti yang kebanyakan orang lain alami.Tapi dibalik itu semua,mereka tak terlalu mengambil serius segala sesuatu yang menyusahkan dan menyesakkannya.Dibikin santai saja,ndak edan! kata anak anak zaman sekarang.Bergaul dengan mereka sangat menyenangkan,mereka lucu,humoris,kocak dan smart.Bahkan terkadang saya tidak menyangka,orang orang kocak dan konyol sebagian dari mereka adalah orang orang hebat dan orang orang besar.Memang,kebanyakan orang orang besar selalu bersembunyi dibalik topeng kesederhanaannya.Mereka juga jarang mengeluhkan dan bercerita tentang problematik hidupnya.Kalaupun pernah,itupun jarang sekali dilakukan dan selalu diselingi dengan gelak tawa.Terkadang mentertawakan segala permasalahan yang ada,agar semua tak terasa berat dan menyesakkan.
Senyum,tawa dan canda memang dapat mengurangi beban psikologis seseorang.Dengan senyuman tersungging di bibir,wajah seseorang tampak lebih menarik dan enak dipandang.Berbeda dengan orang yang selalu serius,cemberut dan merasa susah setiap saat.Wajah wajah mereka terlihat lusuh,kuyu dan layu,mirip seperti bunga yang seharusnya nampak menawan namun telah layu karena kurang nutrisi.Mereka yang humoris biasanya selalu menampakkan wajah ceria,menyembunyikan segala susah dan gundahnya dibalik selera humor dan senyumannya.Kenapa harus terlalu serius kalau problemnya bisa diatasi dengan cara yang santai? Terkecuali ada beberapa hal memang yang tidak bisa dijadikan bahan candaan dan guyonan.Saya pribadi juga tidak suka mengusung hal hal yang sensitif untuk dijadikan bahan humor,seperti masalah Agama,Rasisme,atau dulu zaman SMP ada semacam bercandaan ejek ejekan orang tua dan profesinya.Saya tidak pernah bisa tertawa maupun tersenyum untuk hal hal semacam ini,karena semua itu menurut saya memang tidak pantas dijadikan bahan tertawaan.Sesuatu yang seharusnya dihormati dan dijaga.Bayangkan saja,sudah banyak kejadian untuk humor yang mengangkat tema semacam itu dan akhirnya banyak pihak pihak yang tersinggung dan merasa dirugikan.Akhirnya terjadi perpecahan dan konflik berkepanjangan.Benarlah memang,segala sesuatunya harus dipikirkan matang matang terlebih dahulu,termasuk masalah guyonan,bagaimana agar tidak menyinggung dan melukai perasaan orang lain.Bisa dibilang ada batas kewajaran didalam humor tersebut.Memang,ada orang orang yang menganggap semua lelucon itu biasa,tapi tidak semua orang bisa menerimanya,karena setiap orang memiliki karakter dan sensitivitas yang berbeda dalam merespons segala sesuatunya.Salam humoris!
Hidup ini sederhana,tapi terkadang banyak masalah masalah yang datang menghampiri.Entah itu ringan maupun berat.Ya,hidup memang penuh masalah,berawal dari masalah inilah yang menguji tingkat kedewasaan dan seberapa siap kita menghadapinya.Tak jarang, orang sampai mengalami depresi,frustasi ataupun sejenisnya karena dirundung permasalahan.Semua orang pasti pernah merasakan dan mengalaminya,hanya saja tiap orang berbeda beda dalam menanggapi setiap masalah yang datang menimpa.Ada yang sangat serius,ada yang bertipe “sersan” (serius tapi santai),bahkan banyak juga yang lari dari kenyataan.
Saya sendiri sebetulnya lebih senang menjadi orang yang bertipe serius tapi santai.Tak terlalu kaku dan lembek dalam menghadapi segala problem yang ada.Dari beberapa pengamatan saya pribadi,banyak orang yang terlalu serius dalam menghadapi segala permasalahannya.Spaneng (kaku- red) dan selalu berkeluh kesah setiap waktu.Orang orang tipe ini biasanya cepat mengalami stress dan depresi.Diajak bercandapun mereka susah.Mereka sering menanggapi serius setiap candaan dan humor.Nggak asik lah! Bahkan untuk menghibur dan menyenangkan hati mereka ketika sedang sedih maupun susah sangatlah sulit dilakukan,karena pikiran yang ada hanya difokuskan pada setiap problema.”Kenapa aku begini?” “Seandainya saja dulu tidak bla bla bla” dan sejenisnya.Mau tidak mau,si penghibur cuma bisa menghibur saja dan tidak memberi efek sama sekali.Orang seperti ini sudah “asyik” dengan dunianya sendiri,seakan akan ia hanya hidup sendiri di dunia ini dan seolah olah dunia itu kejam dan mendiskreditkan dirinya.
Untuk tipe yang kedua adalah tipe serius tapi santai.Saya pribadi sangat suka dengan tipe tipe seperti mereka.Mereka pandai menyembunyikan segala keluh dan kesah.Mereka terkadang bersifat humoris,dan malah sering menghibur orang lain walaupun dirinya sendiri sedang dalam keadaan kepayahan dan kesusahan.Salut! Jangan salah,mereka yang terlihat humoris,santai ataupun sebagainya jangan dianggap tidak mempunyai masalah dalam kehidupan mereka.Mereka juga manusia.Mereka punya problem,mungkin sama seperti yang kebanyakan orang lain alami.Tapi dibalik itu semua,mereka tak terlalu mengambil serius segala sesuatu yang menyusahkan dan menyesakkannya.Dibikin santai saja,ndak edan! kata anak anak zaman sekarang.Bergaul dengan mereka sangat menyenangkan,mereka lucu,humoris,kocak dan smart.Bahkan terkadang saya tidak menyangka,orang orang kocak dan konyol sebagian dari mereka adalah orang orang hebat dan orang orang besar.Memang,kebanyakan orang orang besar selalu bersembunyi dibalik topeng kesederhanaannya.Mereka juga jarang mengeluhkan dan bercerita tentang problematik hidupnya.Kalaupun pernah,itupun jarang sekali dilakukan dan selalu diselingi dengan gelak tawa.Terkadang mentertawakan segala permasalahan yang ada,agar semua tak terasa berat dan menyesakkan.
Senyum,tawa dan canda memang dapat mengurangi beban psikologis seseorang.Dengan senyuman tersungging di bibir,wajah seseorang tampak lebih menarik dan enak dipandang.Berbeda dengan orang yang selalu serius,cemberut dan merasa susah setiap saat.Wajah wajah mereka terlihat lusuh,kuyu dan layu,mirip seperti bunga yang seharusnya nampak menawan namun telah layu karena kurang nutrisi.Mereka yang humoris biasanya selalu menampakkan wajah ceria,menyembunyikan segala susah dan gundahnya dibalik selera humor dan senyumannya.Kenapa harus terlalu serius kalau problemnya bisa diatasi dengan cara yang santai? Terkecuali ada beberapa hal memang yang tidak bisa dijadikan bahan candaan dan guyonan.Saya pribadi juga tidak suka mengusung hal hal yang sensitif untuk dijadikan bahan humor,seperti masalah Agama,Rasisme,atau dulu zaman SMP ada semacam bercandaan ejek ejekan orang tua dan profesinya.Saya tidak pernah bisa tertawa maupun tersenyum untuk hal hal semacam ini,karena semua itu menurut saya memang tidak pantas dijadikan bahan tertawaan.Sesuatu yang seharusnya dihormati dan dijaga.Bayangkan saja,sudah banyak kejadian untuk humor yang mengangkat tema semacam itu dan akhirnya banyak pihak pihak yang tersinggung dan merasa dirugikan.Akhirnya terjadi perpecahan dan konflik berkepanjangan.Benarlah memang,segala sesuatunya harus dipikirkan matang matang terlebih dahulu,termasuk masalah guyonan,bagaimana agar tidak menyinggung dan melukai perasaan orang lain.Bisa dibilang ada batas kewajaran didalam humor tersebut.Memang,ada orang orang yang menganggap semua lelucon itu biasa,tapi tidak semua orang bisa menerimanya,karena setiap orang memiliki karakter dan sensitivitas yang berbeda dalam merespons segala sesuatunya.Salam humoris!
No comments:
Post a Comment