Tuesday, 19 February 2013

Masa Kecil & Cita Cita

Selasa,19 Februari 2013

Judul diatas akan selalu membawa dan memutar kembali memoriku ketika masih kanak kanak dulu. Ayahku adalah seorang prajurit TNI-AU,lebih dari 12 tahun yang lalu semenjak kepindahanku ke kota pelajar ini,masih ada satu hal yang selalu terngiang ngiang dan kukagumi hingga saat ini.Memori masa kecilku yang selalu membuatku kagum kepada sosok Penerbang Pesawat Tempur.Lingkunganku waktu itu di kota Malang adalah lingkungan militer.Hampir setiap harinya terjadwal dengan disiplin di semua lini,tak terkecuali di sisi keluarga.Mulai dari bangun pagi,tidur siang,bermain,tpa,belajar hingga tidur semua sudah ada jam dan jadwalnya masing masing.Misalnya saja,dulu saya selalu bandel jika disuruh oleh orangtua untuk tidur siang,karena memang di area komplek TNI,antara jam 12 siang hingga jam 3 sore adalah waktu tidur siang,otomatis area sekitar sepi dan saya hanya bermain sendirian.

Berbicara masalah cita cita dan keinginan,saya dan teman teman sebaya waktu itu hampir bisa dibilang semua berkeinginan menjadi seperti ayahnya.Ada yang ingin jadi TNI,Polisi,Penerbang dan lain sebagainya.Semuanya masih dalam lingkup kemiliteran,tak terkecuali diri saya sendiri yang memendam keinginan supaya bisa duduk di kokpit pesawat tempur dan menjadi pengendali utamanya,bahkan sampai saat ini keinginan itu masih ada.Saya dan kawan kawan sering diajak orangtua ke pangkalan dan landasan udara Abdurrahman Saleh,karena memang jarak antara rumah kami dan Lanud sangatlah dekat.Disana kami sering melihat berbagai macam pesawat,mulai dari pesawat hercules,dan berbagai jenis lainnya.Berawal dari situlah saya mulai suka dengan dunia kedirgantaraan.

Menetap untuk beberapa tahun lamanya di kota Malang,tanah kelahiran dan kenangan masa kecilku,akhirnya orangtua saya memutuskan untuk kembali ke negeri asalnya,Yogyakarta,karena ada beberapa alasan.Akhirnya aku harus ikut berpindah ke kampung halaman kedua orangtuaku.Pertama menjejakkan kaki di kota ini,rasanya sangat asing dan aneh.Tak ada teman teman sebayaku seperti dulu,semuanya terasa sepi,bahkan untuk lingkup lingkungan sudah sangat jauh berbeda.Memang bisa dibilang tingkat kedisiplinan tidak sedisiplin dahulu,anak anak bebas bermain kapanpun mereka mau.Aku merasa tidak betah tinggal di Jogja,rasanya seperti kehilangan sesuatu yang sangat berharga dan sesuatu itu adalah teman temanku.

Beberapa tahun tinggal di Jogja,aku masih saja tidak betah,entahlah.. Impianku menjadi seorang penerbang seolah olah terpendam dalam dan tak pernah terusik lagi dalam jangka waktu yang lama.Lingkunganku kini bukanlah lingkungan militer lagi,entahlah sampai berapa lama aku masih bisa bertahan disini.Bukan karena lingkungan militer atau non-militer,lebih tepatnya merasa kekurangan teman dan spirit.Sempat juga kurang lebih satu tahun aku menjalani praktek kerja industri di seputaran Jakarta,Bandung dan Bekasi.Dari situ aku mulai berkenalan dengan dunia Informatika,khususnya dibidang networking(jaringan).Sampai saat inipun pekerjaanku masih dibidang networking,masih ingin mendalaminya walaupun sebenarnya agak pusing dan ruwet. Heheheh..

Waktu terus saja melaju tanpa memedulikan siapapun atau apapun yang terjadi,tak terasa perjalanan hidup menginjak ke tahapan remaja peralihan dewasa,tiba tiba aku teringat cita cita masa kecilku dulu.Satu tahun yang lalu,ayahku mengajak keluargaku untuk mengikuti sepeda sehat yang diadakan oleh Lanud Adisucipto dalam rangka HUT TNI-AU,bersepeda mengelilingi area landasan udara dan kompleks perumahan TNI-AU kembali mengingatkanku masa masa dahulu,rumah rumah yang dicat biru,berdempetan dan area sekitar dipenuhi dengan pajangan pesawat pesawat yang sudah layaknya dimusiumkan.WOW! Semua sama persis dengan area kompleks Kartanegara,Malang.Selesai bersepeda,kami berkumpul dan beristirahat disamping skuadron pendidikan 101.Tak berselang lama,ternyata ada atraksi aerobatik dari tim Jupiter milik TNI-AU,keren sekali pikirku,meliuk liuk di udara dengan kecepatan tinggi dan skill yang mumpuni dari penerbang penerbang senior dan terlatih.Setelah beberapa saat akrobatik udara dilakukan,akhirnya mereka landing dan keluar dari pesawat.Waaaahh.. rasanya semakin terkagum kagum melihat mereka,tinggi gagah dan keren.Entahlah,aku tak pernah sekagum itu pada pilot pesawat komersil,aku hanya kagum pada pilot pesawat tempur dan aerobatik.Aku kadang kadang selalu mencoba bertanya pada diriku sendiri: gimana ya rasanya terbang dengan kecepatan tinggi dan meliuk liuk di udara? Emm.. Tapi.. aku saat ini tersadar,bahwa aku tidak mungkin menjadi pilot karena keterbatasan fisik.

Ya,terkadang apa yang kita inginkan tak bisa kita raih,tak sanggup kita gapai,tapi bukankah masih ada pilihan pilihan lain diluar semua itu? Pekerjaan yang paling menyenangkan adalah mengerjakan sesuatu yang kita cintai.Tanpa mencintai pekerjaan kita,semua itu hanya beban,meskipun notabene omzet atau honor yang kita terima itu besar.Banyak contoh nyata dalam kehidupan saya akan hal hal semacam ini,seperti kakak sepupu saya,yang dari zaman sekolah dulu mulai suka bermain panjat tebing,pulang malam-pagi,tanpa adanya bayaran sedikitpun yang dia terima,tapi dia suka melakukannya,hingga kini ia menjadi seorang atlet profesional andalan kabupaten Sleman yang sudah menerima bonus yang lumayan besar.Ada lagi,supervisor kerja saya,yang lebih memilih menjadi seorang programmer daripada pedagang/bisnisman,padahal dia juga bisa melakukannya dari dulu andai ia mau,tapi karena ia sudah cinta pada pekerjaannya,maka ia lebih memilih melakukan apa yang ia sukai.Setiap orang pasti punya keinginan,hasrat,passion ataupun cita cita yang berbeda menurut kadar mereka,semua itu butuh proses,semua itu butuh latihan untuk menjadi seorang yang ahli.Tak ada yang instan untuk meraih itu semua.



Salam,



Nur Wahyu W



5 comments:

  1. Terimakasih atas informasinya,saya baca baca dulu informasinya dan terimakasih sdh berkunjung :)

    ReplyDelete
  2. kece juga cita2 nya :D
    BTW...nice post... :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe,ya begitulah,kadang sering mengkhayal sendiri,bayangin naik pesawat jet :p

      Delete
  3. hehehe...cita2 yang punya tanggung jawab besar :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. tanggung jawab dan resiko yang besar mas,tp klo orang udah cinta mau gimana jg tetep dijalani biasanya,hehehe :)

      Delete